KRISIS MORAL ANAK BANGSA
![]() |
| Source |
Moral berasal dari kata latin mores yang berarti adat kebiasaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata moral berarti “akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin dalam hidup”. Moral adalah suatu ajaran wejangan-wejangan, patokan-patokan, kumpulan peraturan baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sedangkan moralitas merupakan nilai-nilai yang senantiasa dijadikan pegangan maupun pedoman bagi seseorang terkait bagaimana cara memperlakukan orang lain atau hal-hal lain secara baik untuk bertindak sebagaimana mestinya.
Data Unicef tahun 2016 lalu menunjukkan bahwa kekerasan kepada sesama remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 50 persen.
Berita yang sempat viral di tahun 2020 tentang topik pembicaraan kali ini adalah tersebarnya video prank anak muda yang menimpa salah satu youtuber yang mana seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat justru memperlihatkan perilaku yang tidak beretika dengan berpura-pura memberikan bingkisan berisi sampah dan batu yang ia bagikan ke salah satu transgender di tengah pandemik kemudian ia membuat video seolah-olah permintaan maaf yang ternyata hanya prank. Tidak lama setelah beredarnya video prank si youtuber tersebut aksi prank juga dilakukan oleh empat orang remaja di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang mendatangi rumah sakit dan mengaku sebagai pasien corona, aksi prank terhadap petugas rumah sakit ini sangatlah tidak terpuji terlebih lagi beban dan tekanan kerja petugas kesehatan saat ini sangat tinggi di tengah wabah corona. perilaku-perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh remaja tersebut karena krisis moral yang berujung pada pelanggaran hukum. Sebegitu bobroknyakah etika anak muda di era milenial yang sepertinya tidak memiliki hati nurani di tengah musibah yang menimpa negeri ini untuk melakukan hal seperti itu demi eksistensi semata. Bahkan sekarang ada sebuah video beredar yang memperlihatkan seorang anak muda yang memukuli kepala dari seorang wanita tua di pinngir jalan ketika hujan lebat, entah apa motif dari aksi tersebut, tetap saja melakukan kekerasan kepada orang yang lebih tua dari kita merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak bermoral.
Krisis moral yang dialami khususnya remaja merupakan masalah yang telah meluas dan harus segera diselesaikan, karena dapat mengancam masa depan kehidupan mereka sendiri serta masa depan bangsa dan juga mempengaruhi anak-anak kecil yang sekarang lebih suka meniru para remaja. Krisis moral adalah permasalahan yang cukup kompleks yang harus sesegera mungkin di tangani dengan penanganan yang tepat.
Beberapa faktor penyebab krisis moral di kalangan anak muda yaitu:
1. Faktor keluarga
kenakalan remaja banyak dilatarbelakangi oleh keluarga yang broken home atau keluarga tidak harmonis. Dari keluarga yang tidak harmonis ini dapat memberikan dampak mental dan psikologis terhadap anak.
2. Krisis Identitas
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Terjadinya krisis moral karena remaja gagal mencapai integrasi kedua.
3. Kontrol Diri yang Lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku yang tidak terpuji. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
4. Sikap Mental yang Tidak Sehat
Perilaku yang menyimpang dapat pula disebabkan karena sikap mental yang tidak sehat. Sikap tersebut ditunjukkan dengan tidak merasa bersalah atau menyesal atas perbuatannya, bahkan merasa senang.
5. Pelampiasan Rasa Kecewa
Seseorang yang mengalami kekecewaan apabila tidak dapat mengalihkannya ke hal positif, maka ia akan berusaha mencari pelarian untuk memuaskan rasa kecewanya.
6. Pengaruh lingkungan dan Media Massa
Seseorang yang melakukan tindakan menyimpang dapat disebabkan karena terpengaruh oleh lingkungan kerjanya atau teman sepermainannya. Begitu juga peran media massa, sangat berpengaruh terhadap penyimpangan perilaku.
7. Dorongan Kebutuhan Ekonomi
Perilaku menyimpang yang terjadi karena adanya dorongan kebutuhan ekonomi.
Adapun solusi yang dapat kita terapkan dalam mengatasi krisis moral di kalangan anak muda yaitu:
1. Menanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini
Anak adalah generasi penerus bangsa yang membutuhkan pendidikan serta pemenuhan hak-hak nya untuk dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya karena sejatinya karakter yang baik dapat dibentuk sejak dini. Dalam menerapkan pendidikan karakter ini sebaiknya tidak hanya mengandalkan pendidikan formal saja, melainkan pendidikan karakter ini juga dapat ditanamkan dalam lingkungan keluarga yang merupakan madrasah pertama atau agen utama dalam membentuk karakater yang baik pada anak.
2. Memilih Teman Bergaul di Lingkungan yang Tepat.
Pergaulan sangat memengaruhi karakter dari dalam diri seseorang, apalagi pada tahap remaja. Mereka sangat mudah dipengaruhi oleh orang lain. Oleh karena itu orang tua sebagai agen utama sebaiknya lebih memerhatikan serta memantau lagi bagaimana pergaulan anak-anak mereka diluar dan dengan siapa saja mereka berada di luar lingkup rumah.
3. Memanfaatkan Perkembangan IPTEK dengan baik.
Mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK dengan baik karena dengan teknologi, kini kita dapat mengakses dengan mudah hal-hal apapun yang kita inginkan, terlebih lagi semakin maraknya video-video porno di kalangan remaja yang dapat merusak moral.
4. Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan hal yang sangat penting sebagai solusi karena sesuatu apapun yang dilandasi dengan iman dan taqwa tidak akan mengarah ke hal-hal yang negatif. Dengan kita mengingat dan menyadari bahwa ada Tuhan yang selalu mengawasi apapun yang kita lakukan, maka dengan itu kita pun akan lebih sadar bahwa apapun yang kita lakukan di dunia tentu ada konsekuensi serta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Menyikapi berbagai potret buram perilaku-perilaku menyimpang para remaja tersebut, tebersit pertanyaaan "Siapa yang harus bertanggung jawab?" Ini harus menjadi fokus semua pihak. Baik itu orang tua, guru, maupun negara. Karena mereka yang berperan dalam proses pendidikan remaja sejak usia dini.
Orang tua berkewajiban memberikan pengajaran tentang kepribadian sejak dini. Menanamkan nilai-nilai Religius adalah yang utama bagi mereka, sehingga mereka dapat tumbuh berkembang dengan kepribadian yang baik. Guru atau pihak sekolah juga berkewajiban memberikan pengajaran karakter kepada remaja. Seorang guru juga harus memberikan keteladanan yang baik untuk siswa-siswi remajanya.
Selain dua pihak tersebut, negara wajib menyelenggarakan pendidikan yang berbasis agama. Tidak memisahkan agama dari pendidikan, mendukung para remaja dalam pengembangan bakat atau kemampuan. Serta mendorong mereka dalam mengkaji Agamanya masing-masing. Sama halnya dengan negara, aturan dan hukum yang berlaku, harus mampu memberikan pencegahan dan sanksi bagi remaja yang menyimpang jauh dari asusila, seperti seks bebas, aborsi, narkoba dan lainnya.
Sudah saatnya kesadaran tumbuh pada semua pihak, karena jika krisis moral remaja terus berlanjut, bagaimana dengan nasib masa depan bangsa? Generasi muda harus mampu menjadi "Agent of Change", berkontribusi besar dalam perubahan bangsa dan menjadi tonggak peradaban.
BUKANNYA MELELAHKAN JIKA SELALU IKUT TREN, APALAGI HANYA AGAR DIANGGAP KEREN.
-NAJWA SHIHAB-
Referensi:

Komentar
Posting Komentar